Hati-Hati OJK sudah Blokir 5,000 Rekening yang di pakai Judi Online

OJK,memiliki kewenangan untuk mengawasi dan mengatur sektor keuangan di Indonesia, termasuk aktivitas perbankan. Jika OJK memutuskan untuk memblokir rekening yang digunakan untuk kegiatan perjudian online, itu mungkin sebagai bagian dari upaya untuk mengendalikan risiko keuangan dan melindungi masyarakat dari praktik perjudian ilegal.

” OJK menindak tegas rekening- rekening perbankan yang digunakan buat judi online. Semenjak akhir tahun kemudian sampai bulan Maret kemarin sudah ditindak buat 5. 000 rekening perbankan yang terpaut dengan judi online. Rekening- rekening tersebut didapatkan dari koordinasi dengan Departemen Komunikasi serta Informatika( Kemenkominfo),” kata ia dalam konferensi pers, Senin( 13/ 5/ 2024).

Tidak hanya itu, dalam rangka penegakan hukum serta pelindungan konsumen di zona perbankan, OJK pula sudah mencabut izin usaha PT BPR 9 Mutiara pada 2 April, PT BPR Bali Artha Anugrah 4 April, PT BPRS Saka Dana Mulia 19 April serta PT BPR Dananta 30 April 2024.

Kinerja zona perbankan sendiri, Dian menarangkan di tengah volatilitas pasar keuangan global, kinerja industri perbankan Indonesia per Maret 2024 senantiasa resilien serta normal. Perihal itu didukung oleh tingkatan profitabilitas ROA sebesar 2, 62% dibanding pada Februari 2024 2, 52% serta NIM sebesar 4, 59% dibanding Februari 2024 sebesar 4, 49%.

” Permodalan( CAR) perbankan masih di tingkat yang relatif besar ialah sebesar 26, 00 persen dibanding Februari 2024: 27, 73%, jadi bantalan mitigasi resiko yang solid di tengah keadaan ketidakpastian global.” terangnya.

Dari sisi kinerja intermediasi, pada Maret 2024, secara bulan ke bulan kredit hadapi kenaikan sebesar Rp 150 triliun, ataupun berkembang sebesar 2, 12% mtm. Ada pula secara tahunan, kredit melanjutkan catatan double digit growth sebesar 12, 40 persen( yoy) jadi Rp7. 245 triliun.

” Bersumber pada tipe pemakaian, kredit Investasi berkembang paling tinggi ialah sebesar 14, 83% yoy. Sedangkan itu, secara nominal yang terbanyak merupakan Kredit Modal Kerja yang menggapai sebesar Rp 3. 273, 27 triliun. Di sisi lain, ditinjau dari kepemilikan bank, Bank BUMN jadi pendorong utama perkembangan kredit ialah berkembang sebesar 13, 72% yoy.” pungkasnya.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *